Kegiatan


Pemeran Fritz Di Film Wage Sebarkan Virus Perdamaian Ke Pelajar Sumatera Utara

Medan, FKPT Center - Masih ingat sosok Fritz di film Wage? Meskipun bersifat antagonis dengan menekan nasionalisme pemuda Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan, dalam kehidupan nyata tidak demikian. Kamis (15/11/2018), dia menebarkan virus perdamaian ke 135 pelajar setingkat SMA dan sederajat di Medan, SUmatera Utara, untuk bersama-sama diajak ikut mencegah terorisme.
 
Pemeran Fritz di film Wage adalah Teuku Rifnu Wikana. Perannya yang jahat di film tersebut berbalik 180% dalam kehidupan nyata, dengan keikutsertaannya di upaya pencegahan terorisme. Dia dihadikan sebagai mentor bari pelajar SMA dan pembelajaran pembuatan video pendek untuk  kontrapropaganda terhadap penyebarluasan paham radikal terorisme.
 
"Dengan mengikuti kegiatan ini kalian saya harapkan bisa menerima  virus perdamaian dan menyebarkan virus ini ke teman-teman kalian lainnya. Damai itu penting, karena dengan kedamaian terorisme tidak akan ada di tengah kehidupan kita," ungkap Rifnu. 
 
Rifnu yang diganjar masuk nominase pemeran pembantu pria terbaik atas perannya yang apik sebagai Fritz juga menekankan, pelajar harus dikenalkan keragaman budaya Indonesia. Pengenalan tersebut akan mampu menjadikannya berfikir jernih menghadapi keragaman, sehingga mampu menerima adanya perbedaan. "Terorisme lahir di antaranya karena tidak adanya toleransi," tambahnya.
 
Kegiatan Workshop Lomba Video Pendek di Medan terselenggara atas kerjasama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara.
 
Ketua FKPT Sumatera Utara, Zulkarnain, menyebut kegiatan ini di antaranya merupakan cara mengkomunikasikan keragaman Indonesia secara nyata kepada para pelajar. Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya pembelajaran kepada pelajar untuk memanfaatkan gawai yang dipunyainya secara positif.
 
"Mereka tidak hanya akan dikuatkan nasionalismenya, dikenalkan keragaman saja, tapi juga diajari bagaimana menghargai keragaman itu dalam bentuk karya video pendek. Terimakasih kepada BNPT yang menginisiasi kegiatan produktif semacam ini," ungkap Zulkarnain.
 
Sementara Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat Subdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Letnal Kolonel (Laut) Setyo Pranowo, menyebut kegiatan Workshop Video Pendek adalah sebagian kecil dari upaya pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme. Meskipun bersifat kecil, dampak yang diharapkan dari kegiatan tersebut bisa sangat besar.
 
"Seperti butterfly effect, kami harapkan langkah kecil ini bisa berdampak besar mencegah tersebarluaskannya paham radikal terorisme di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar yang saat ini menjadi sasaran utama perekrurat," pungkas Setyo. [shk/shk]